Dunia Ekonomi Berduka: Datuk Madeline Berma, Pakar Kebijakan Ekonomi Sarawak, Tutup Usia
KUCHING – Dunia akademik dan analisis kebijakan publik Malaysia tengah diselimuti awan duka. Datuk Madeline Berma, seorang penganalisis ekonomi tersohor dari Sarawak, telah meninggal dunia. Kepergian beliau merupakan https://www.kabarmalaysia.com/ kehilangan besar bagi bangsa, mengingat dedikasi seumur hidupnya dalam memetakan arah pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial di Malaysia.
Sosok Intelektual yang Vokal
Lahir di Sarawak, Datuk Madeline bukan sekadar seorang akademisi; beliau adalah suara hati bagi masyarakat marjinal. Selama dekade terakhir, beliau dikenal karena sumbangannya dalam kajian dasar ekonomi Malaysia, khususnya yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, pembangunan perdesaan, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Sebagai mantan Direktur Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan UKM (CESMED) di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), beliau memiliki kemampuan langka untuk menerjemahkan data statistik yang rumit menjadi narasi yang mudah dipahami oleh masyarakat awam. Pandangan-pandangannya sering kali menjadi rujukan utama bagi pemerintah federal maupun negara bagian dalam merumuskan kebijakan yang inklusif.
Dedikasi untuk Sarawak dan Malaysia
Meski berkarier luas di tingkat nasional, Datuk Madeline tidak pernah melupakan akar budayanya di Sarawak. Beliau secara konsisten menyuarakan pentingnya pemerataan pembangunan antara wilayah Semenanjung dan Malaysia Timur. Bagi beliau, pertumbuhan ekonomi tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan keadilan sosial dan keberlanjutan bagi masyarakat pribumi.
Beberapa kontribusi penting beliau meliputi:
- Analisis Kebijakan Makro: Memberikan kritik konstruktif terhadap rencana pembangunan lima tahunan Malaysia.
- Pemberdayaan Gender: Menjadi advokat gigih bagi keterlibatan perempuan dalam arus utama ekonomi nasional.
- Pendidikan: Mentor bagi ribuan mahasiswa dan peneliti muda di bidang ekonomi pembangunan.
Kehilangan Besar bagi Negara
Kabar duka ini memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari rekan sejawat, politisi, hingga mantan mahasiswa beliau. Banyak yang mengenang beliau sebagai sosok yang rendah hati, tegas dalam prinsip, namun selalu terbuka untuk berdiskusi demi kemajuan bersama.
“Datuk Madeline adalah jembatan antara teori akademik dan realitas di lapangan. Beliau memastikan bahwa suara masyarakat di pedalaman Sarawak terdengar di meja-meja perundingan di Kuala Lumpur,” ujar salah satu rekan sejawatnya.
Warisan pemikiran Datuk Madeline Berma akan terus hidup melalui literatur dan kebijakan-kebijakan yang pernah beliau bidani. Beliau telah membuktikan bahwa ilmu ekonomi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan alat untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang.
Semoga jasa-jasa beliau dalam membangun fondasi ekonomi Malaysia senantiasa diingat dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Apakah Anda ingin saya membuatkan rangkuman poin-poin penting atau infografis teks mengenai kontribusi utama Datuk Madeline Berma untuk keperluan media sosial?